Posts

KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAHAN BANI UMAYYAH I DAMASKUS

Perkembangan Islam Bani Umayyah I adalah pada saat Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah sebagai khalifah pertama, dia menetapkan beberapa kebijakannya: 1. Memperluas wilayah Islam di 3 wilayah yang rata-rata subur: Afrika Utara, India dan Byzantium. Akan tetapi dari 3 wilayah itu Byzantium lebih dahulu ditaklukan karena selain subur, masyarakatnya menganut nasrani ortodoks. 2. Membentuk Departemen dan Duta, tugasnya untuk mengirim beberapa duta Islam membawa misi Islam ke beberapa wilayah; Cina, India, Indonesia, Bukara, Tajikistan, Samarkan, Afrika Utara dan Andalusia. 3. Mengangkat beberapa profesional dalam bidang Administrasi keuangan dari orang-orang Byzantium untuk dipekerjakan dalam pemerintahan Islam. Khalifah-khalifah Bani Umayyah lain yang ikut menetapkan beberapa kebijakan monumental pada masa pemerintahannya, diantaranya: 1. Pada masa pemerintahan Marwan bin Hakam, mata uang ditetapkan sebagai alat resmi pemerintah untuk barter atau alat tukar. Sejarah mata  uang p...

Gagasan sebagai Pangkal Tolak

Gagasan menjadi pangkal tolak bahasa Indonesia keilmuan. Oleh sebab itu, kalimat-kalimat bahasa keilmuan berorientasi pada kalimat pasif, bukan aktif. (36)      Kita tahu bahwa pendidikan di lingkungan keluarga sangat penting dalam penamaan Pancasila. (37)      Skripsi ini saya tulis untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana. (38)      Perlu diketahui bahwa pendidikan di lingkungan kelurga sangat penting dalam penanaman Pancasila. (39)      Skripsi ini ditulis untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar sarjana. Kalimat (36) dan (37) berorientasi pada pelaku dan yang bukan penulis, sedangkan kalimat (38) dan (39) berorientasi pada gagasan dan berbentuk kalimat pasif. Orang berbahasa itu tidak Iain mengucapkan kalimat-kalimat. Dalam bentuk tulisan, kalimat-kalimat itu dirangkum menjadi sebuah paragraf. Pengunaan kalimat dalam berbahasa maupun dalam menulis sangat pent...

Konsisten

Bahasa keilmuan berciri konsisten, artinya harus bersifat ajeg, taat azas, selaras, dan tidak berubah-ubah. Unsur-unsur bahasa berupa pembentukan kata dan tata tulis (penggunaan ejaan dan tanda-tanda baca) digunakan sesuai kaidah yang berlaktr dan konsisten. Sebagai misal penggunaan kata tugas bagi dan untuk. Bagi digunakan sebagai pengantar objek berkepentingan, untuk digunakan sebagai pengantar keterangan tujuan. Dengan demikian penggunaan bagi dan untuk pada kalimat (32) dan (33) tidak konsisten, sedangkan pada kalimat (34) dan (35) konsisten. (32)      Untuk penumpang yang melimpah menjelang dan usai lebaran, telah disiapkan kendaraan yang cukup. Pengusaha angkutan diimbau mengoperasikan semua kendaraan ekstra. (33)      Perlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting untuk muslim Bosnia. Untuk mereka, yang penting adalah pecabutan embargo persenjataan. (34)      Untuk mengatasi penumpang yang melimpah men...

Ringkas Dan Padat

Bahasa keilmuan berciri ringkas dan padat, artinya pemakaian unsur bahasa di dalamnya hemat. Unsur-unsur yang tidak diperlukan karena tidak fungsional dalam mengungkapkan gagasan dibuang. Unsur bercetak miring pada contoh (26) dan (27) berikut merupakan unsur yang perlu dihilangkan sehingga teıwujud kalimat (28) dan (29) yang lebih ringkas dan padat. (26)      Nilai etis tersebut di atas menjadi pedoman dan dasarpegangan hidup bagi setiap warga negara Indonesia.   (27)      Pendidikan agama di sekolah dasar tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan dari orang tua dalam keluarga. (28)      Nilai etis tersebut menjadi pedoman hidup bagi setiap waga negara Indonesia. (29)      Pendidikan agama di sekolah dasar tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan dari orang tua.   Uraian tersebut memberikan pemahaman bahwa ciri ringkas berkenaan dengan penggunaan unsur bahasa...

Cendekia

Bahasa Indonesia ilmiah bersifat cendekia, maksudnya bahasa itu mampu digunakan untuk mengungkapkan hasil berpikir logis secara tepat. Moeliono (1989:29) menyatakan bahwa bahasa yang cendekia mampu membentuk pernyataan yang saksama, dan abstrak. Kalimat-kalimatnya mencerminkan ketelitian yang objektif sehingga suku-suku kalimatnya sejalan dengan proposisi logika. Jika sebuah kalimat digunakan untuk mengungkapkan dua buah, dan tiap-tiap gagasan itu memiliki hubungan kausalitas, dua proposisi beserta hubungannya itu harus tampil secara jelas dalam kalimat, sebagaimana tampak pada (21) dan (22) berikut. (21)     Pada era global ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilai moral   bangsa Indonesia yang disebabkan oleh pengaruh budaya Barat yang masuk ke Indonesia. (22)     Kemajuan informasi pada era global ini dikhawatirkan akan menyebabkan pergeseran nilai-nilai moral bangsa Indonesia ke arah budaya Barat yang...

Objektif

Kalimat bahasa Indonesia ilmiah dikatakan objektif bila mengungkapkan sesuatu dalam keadaan sebenarnya, artinya tidak dipengaruhi oleh emosi pribadi pemakainya. Ciri objektif bermakna bahwa bahasa Indonesia ilmiah tidak boleh bersifat subjektif, yakni mengemukakan suatu pandangan dari sudut pribadi saja, tanpa memperhatikan sudut pandang orang lain secara umum. Ciri ini sering diperdebatkan. Para ahli komunikasi bahkan bersepakat bahwa tidak ada bahasa yang bersifat objektif, lebihlebih pada makna kata (Rahmat, 1996:49). Makna dalam kamus yang seharusnya objektif juga tidak lepas dari makna subjektif. Penggunaan frasa saga rasa, kita duga, alangkah, sekiranya dalam contoh (11), (12), (13), dan (14) di bawah ini, misalnya dipengaruhi oleh emosi pribadi dan menjadikan kualitas keilmiahannya menjadi rendah. (11)     Tingginya jumlah siswa yang tidak lulus ujian nasional saga rasa merupakan bukti bahwa kualitas pendidikan masih rendah. (12)  ...

Lugas dan Jelas

Lugas diartikan mengandung makna apa adanya, gagasannya jelas, tidak berbelit- belit, mudah dipahami, tidak diungkapkan dalam beptuk kiasar, dan tidak berbunga- bunga. Contoh: (1)        Para pendidik yang kadangkala atau bahkan sering kena getahnya sebagian anak-anak mempunyai tugas yang tidak ringan (2)        para pendidik kadang-kadang terkena akibat ulah sebagian anak-anak mempunyai tugas yang berat. (3)        organisasi intrasekolah, biasanya oleh bapak dan ibu guru diadakan pemiliha atau pengurus-pengurus organisasi siswa intra sekolah di antara kelas satu, dua atau tiga, serta diadakan pemilihan untuk membimbing dengan kata lain bapa} pembimbing organsiasi intra sekolah oleh bapak dan ibu guru. (4)        Regenerasi dalam organisasi siswa intrasekolah biasanya dilakukan dengan cara pemilihan. Pengurus terpilih dapat berasal dari kelas...